Perhitungan PPh 21 Expatriate

Peraturan Direktur Jenderal Pajak (DJP) Nomor Per-43/PJ/2011 tentang Penentuan Subjek Pajak Dalam Negeri (SPDN) dan Subjek Pajak Luar Negeri (SPLN).

Mengenai kategori SPDN adalah sebagai berikut:

  1. Individu yang bertempat tinggal di Indonesia, atau berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau dalam suatu Tahun Pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia,
  2. Badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, dan
  3. Warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak.

Sebenarnya Warga Negara Asing termasuk dalam kategori SPLN.
Namun ketika WNA telah memenuhi kriteria penjelasan diatas maka dianggap SPDN.
Itu artinya WNA tidak dikenakan PPh 26, melainkan dikenakan PPh 21.
SPLN ditetapkan sebagai Wajib Pajak karena memperoleh penghasilan yang bersumber dari Indonesia, yang dibayarkan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.
Penghasilannya pun sudah melampaui Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) yaitu Rp 54.000.000.
Sementara itu, pihak yang termasuk dalam kategori SPLN adalah sebagai berikut:

  1. Bertempat tinggal di Indonesia: mempunyai tempat tinggal (place of residence) yang tetap (permanent) untuk menjalani kehidupan secara biasa (ordinary course of life).
  2. Berniat untuk bertempat tinggal di Indonesia, yang ditunjukkan dengan dokumen berupa visa bekerja atau Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS), lalu menyewa tempat tinggal di Indonesia, bahkan memindahkan anggota keluarga ke Indonesia.
  3. Menyetujui, atau memperpanjang kontrak/perjanjian, selama lebih dari 183 hari (seratus delapan puluh tiga) hari.

Simulasi perhitungan karyawan lokal WNI VS karyawan asing WNA:

Ardi merupakan karyawan lokal WNI dan PE merupakan karyawan asing WNA, keduanya mempunyai penghasilan yang sama Rp. 20.000.000 dan tidak memiliki pengurang lain selain biaya jabatan. Mereka masih lajang dan tidak memiliki tanggungan sama sekali. Mereka memiliki NPWP dan mulai bekerja di PT. OnlinePajak di Agustus 2019.

Perhitungan PPh 21 Ardi  
Pendapatan kotor sebulan Rp. 20.000.000

Pengurang

JP (1%)

JHT (2%)

Biaya Jabatan 5% (maksimum Rp. 500.000)
Rp. 500.000 -
Pendapatan bersih sebulan Rp. 19. 500.000
Pendapatan bersih setahun x 5 (Augt-Dec) Rp. 97.500.000
PTKP Rp. 54.000.000 -
PKP Rp. 43.500.000

Pajak setahun

PKP < Rp. 50.000.000 x 5%

Rp. 43.500.000 x 5%
Rp. 2.175.000
PPh 21 Agustus
Rp. 2.175.000 x 1/5
Rp. 435.000

 

Perhitungan PPh 21 PE  
Pendapatan kotor disetahunkan Rp. 240.000.000

Pengurang

JP (1%)

JHT (2%)

Biaya Jabatan 5% disetahunkan

(maksimum Rp. 500.000)

Rp. 6.000.000
Pendapatan bersih disetahunkan Rp. 234.000.000
PTKP     Rp. 54.000.000 -
PKP       Rp. 180.0000.000

PPh 21 disetahunkan

PKP < Rp. 50.000.000 x 5%

Rp 50.000.000 sampai Rp 250.000.000 x 15%

Rp. 50.000.000 x 5%   
Rp. 130.000.000 x 15%

Rp. 2.500.000
Rp. 19.500.000 +

 

Rp. 22.000.000

PPh 21 setahun (Augt - Dec)

Rp. 22.000.000 x 5/12
Rp. 9.166.667

PPh 21 Agustus 2019

Rp. 9.166.667 x 1/5     
Rp. 1.833.333